Selasa, 08 Juli 2014

sejarah asal desa pulau raman


PROFIL DESA PULAU RAMAN

I. HISTORIS ASAL-USUL PULAU RAMAN

     Konon dulu dulu menurut cerita rakyat yang turun temurun dari mulut
kemulut,dari keturunan keketurunan bahwa Depati Agung berasal dari Jawa Mataram,dengan tujuan mencari daerah pemukiman baru untuk mengembang kekuasaannya. Mulanya ia berlayar dari Mataram mengarungi laut kearah pulau Sumatera bagian barat. Di Sumatera bagian barat ini Istirahat sejenak sambil  melepas  lelah  setelah  sekian  lama  berlayar  mengarungi  samudera, beberapa orang punggawanya diperintahkan  naik kedarat untuk mengetahui
apakah daerah ini sudah bertuan, telah dihuni, atau telah memiliki kerajaan  atau
belum.. Setalah  setelah diselidiki ternyata   daerah ini  dihuni dan      memiliki
kerajaan yang dikenal nama Kerajaan Pagaruyung.                                    
Kemudian ia meneruskan pelayaran ke bagian tengah, disana sudah
berdiri sebuah kerajaan juga sekarang daerah Bengkulu, keselatan juga telah
dihuni oleh kerajaan besar, kembali ketengah lagi juga telah dihuni kerajaan
Jabe  (  Sekarang  Jambi)    kemudian    para  rombongan  kembali  keair  dan
menyusuri kehuluan sungai sebuah sungai yang bernama sungai batang hari
terus kehulu ternyata disana sebuah sungai belum dijamah sama sekali oleh
manusia, maka ia menamakan sungai sungai sirih kerena kiri kanan sungai
tersebut  dipenuhi  dengan  tumbuhan  sirih  dan  mendarat  dihulu  sungai  sirih
(yang sekarang dinamakan sungai tembesi) tepatnya dijangkat.
Mengingat daerah ini rawan dari musuh, maka ia membagikan wilayah
dengan  empat  bagian  yang  pada  intinya  untuk  mempeluaskan  wilayah  dan
saling menjaga keamanan.     
Dari  keputusan  itu  maka  dibagi  wilayah
sebagai berikut:                                      
1. Depati
    Pemuncak Alam menguasai daerah Jangkat
2. Ratu Puti Majuhur menguasai daerah batang Asai
3. Ratu Puti Majuhun menguasai daerah batang merangin.
4.  Ratu Puti Meh Abih menguasai sungai batang tembesi
       Musuh-musuh yang terkenal pada waktu itu adalah musuh dari rupit – musuh
dari  komering,  jadi  jika  musuh  masuk  dari  selatan  dijaga  oleh  Puti    Ratu
Majuhur, jika musuh masuk dari Utara dijaga oleh Puti Ratu Majuhun, jika
musuh masuk dari barat atau dari bengkulu dijaga oleh Depati Pemuncak Alam,
sedangkan Ratu Puti Meh Abih ditengah mengingat untuk menjaga adiknya
yang paling bungsu. Meh Abih artinya Penghimpun sayang)
Setelah  pembagian  wilayah  masing-masing  ratu-ratu  ini  bersama
suaminya  mulai  berangkat  mencari  wilayah  untuk  menetap.  Ratu  Puti
MehAabih  bersama  suaminya  Depati  Agung  yang  nama  aslinya  adalah
Terawang lidah kerena ujung lidahnya berlobang.Mula-mula ia
menetap direnah padang lipai tepatnya sekarang didaerah Desa Durian Mukut.
       Menurut ramalan Punggawa Peramal, daerah yang dituju adalah mempunyai
keriteria  Dusun bapetak tigo, air moleh balik mudik, pohon beringin harus ada
di kepala dusun dan harus ada pula diekor dusun, Air bateta tigo, tidak lama
kemudian rombongan ini berangkat mennyusuri sungai sirih kehilir, pertama
bermungkim di bangka payang yaitu Desa sekitar Teluk Sekumbang. Di daerah
ini dirasakan tidak aman lalu turun lagi menyusuri aliran  sungai tembesi dan
bermungkim di air luncur pinggir arah barat  pasar Muara Siau sekarang. Entah
beberapa  lama  disini  juga  tidak  menemukan  tanda-tanda  yang  dicarinya
rombongan ini, maka roombongan ini  menyusuri kehilir lagi dan bermungkim
di Pulau Balo.
       Sekian lama berada diPulau Balo ini kelompoknya mulai berkembang
biak dan sudah ada tanda kehidupan dan sudah memiliki keturunan gadis lebih
kurang seratus dan bujang lebih kurang seratus.
Namun untung tidak bisa diraih dan malangpun tidak bisa ditolak ancaman
datang dikenal dengan nama siluman berhala yang sangat tingi, besar, serta
kejam. Ketinggian manusia biasa sebatas pinggang siluman berhala.  Diatas
sebuah tebing dipinggir sungai tembesi ini ia mengkilat sebuah sihir kilatan.
apabila kilatan tersebut mengenai manusia, manusia itu sakit  yang tidak ada
obatnya  dan  berakhir  dengan  meninggal  dunia.  Puluhan  anak  buah  Depati
Agung ini meniunggal dunia selama bermungkim disini.
       Dengan mengunakan sebuah baju ajaib yang dinamakan baju ayat pandai
terbang serta  bersenjatakan pedang  maka ia terbang mengejar berhala yang
sedang berada diatas tebing  dan terjadi pertempuran dahsyat antara Siluman
berhala dengan Depati agung dan Ratu Puti Meh Abih.
Dalam  pertempuran  ini  Depati  agung  dan  Ratu  Meh  Abih berperang
membunuh suliman berhala bagaikan merambah batang keladi maka hulu atau
tangkai kedua pedang ini pecah. Melihat keadaan ini keduanya mecari akal
untuk menggantikan tangkai atau hulu pedang tersebut. Sedang kan silumansiluman ini masih muncul dan muncul tak habis-habisnya.
      Dengan kesaktian yang dimilikinya keduanya terbang menuju rumpunan
pohon pisang  yang ada disekitar itu dan dengan dua kali tebasan batang pisang
dijadikan tangkai pedang kemudianh terus bertempur melawan siluman-siluman
berhala. Berkat kesaktian yang dimiulikinya siluman-siluman itu yang hidup lari
pontang ponting meninggalkan pertempuran darahpun mengalir bagaikan anak
sungai kebawah tebing dan sekarang dinamakan teluk berdarah.
Selama  didaerah  ini  para  punggawa-punggawa  diperintahkan  untuk
mencari  daerah  yang  ditunjukan  oleh  ramalan  punggawa  peramal  dan  para
punggawa-punggawapun menelusui sungai tembesi ke hilir.
      Ternyata  lebih  kurang  tiga  kiloan  kehilir  sungai  tembesi  punggawa
menemukan  apa  yang  menjadi  keriteria  ramalan  punggawa  peramal,  yaitu;
tanah lokasi berpetak tiga ( tiga jenjang), tepian air moleh balik mudik ( air
berputar  kearah  mudik  semacam  teluk  kecli  dipemandian),  pohon  beringin
tumbuh di bagian barat dan timur lokasi yang akan dijadikan, serta air teta tiga (
mata air atau sungai kecil tiga buah dipinggir dusun).konon pohon beringin
adalah  tempat  pemujaan  benda-benda  pusaka.  Didaerah  ini  juga  ditemukan
sebuah pulau kecil ditengah sungai menurut cerita rakyat PulauRaman  tidah
pernal  tenggelam  sebesar  apapun  air  disuatu  ditik  dibawah  pohon  yang
dinamakan pohon lenging. Ditempat dieram oleh sejenis mahkluk gaib suatu
benda Pusaka.
      Setelah mendapat laporan dari punggawa maka berpindahlah rombongan
Depati ini dan bermungkimlah disana dan membuka lokasi untuk tempat tinggal
dengan alat seadanya.
Disebuah  titik  yang  tidak  pernah  terendam  oleh  banjir  itu  ternyata
beberapa peralatan,antara lain disana  terkubur oleh waktu yaitu cerana timbo
mandi Puti ( sebuah gayung timba air dan sehelai kain batik) yang ia bawa
sewaktu menyusuri sungai tersebut beberapa waktu yang lalu.
Untuk menamai daerah ini Ppulau Eraman alasannya ada sebuah titik
yang dieram atau dilaindungi makhluk gaib ( menurut pendapat H.M.A. Gani ),
sedang menurut kisah lain desa ini dinamakan Kulau Kerman artinya berkat
perjuang benda yang dikeramat seperti kedua padang dengan hulu /gayo batang
pisang yang telah berbuah sampai saat ini masih utuh, dan pendapat lain desa ini
dulu bernama Pulau Rahman yang artinya
      Pada tahun + 1916 Masihi terjadi pembagian kalbu-kalbu atau suku-suku
atau nama lain kelompok-kelompok karena   terjadi penjajahan oleh bangsa
Jepang yang menjajah indonesia lebih kurang tiga ratus lima puluh tahun dan
para penjajah telah melarang warga pribumi menaman karet dan padi, yang
dianjurkan  hanya  menanam  Cengkeh,  lada  kayu  manis  untuk  kepentingan
bangsanya.  Depati dan keturunannya berpencar-pencar dan membuat kelompok
kecil sepanjang aliran sungai tembesi dengan tujuan secara sembunyi untuk
menanam  padi  disawah  demi  kelansungan  hidup  anakcucunya  serta
menghindari kelompoknya dari jangkuan para penjajah Belanda. Kelompok ini
dibagi  lima  kelompok  yang  dikenal  dengaan  nama  Kalbu.  Kalbu  artinya
pemimpin Hati para anggota kelompok yang sampai saat ini kelima kalbu itu
masih Utuh adanya.
    Dalam pembagian ini membagikan menurut garis keturunan atau kelurga.
Kalbu dusun tinggi bermungkim di sebuah bukit yang dinamakan dusun tinggi.
Maksud membuat dusun diatas perbukitan di pinggir sungai tembesi, tujuannya
memberi  tahu  jika  serdadadu-serdadu  belanda  datang,  Kalbu  yang  diatas
perbukitan inilah yang memberitahukan kepada  Kalbu-kalbu yang lain yang
bermukim dipinggir sungai tembesi seperti Kalbu Sekarau yang bermungkim
disekarau, kalbu Rumah panjang bermungkim di daerah Cabul,Kkalbu Tengah
yang bermungkim di Lubuk Ipuh serta Kalbu Mudik yang berada dipinggiran
Dusun asal.
     Setelah  sekian  tahun  merdeka  pada  Zaman  Paserah  yang  memimpin
Kecamatan,  maka  diperintahlah  para  kalbu-kalbu  yang  mengungsi  untuk
berkumpul membentuk sebuah desa kembali dan berjanji tidak akan menghapus
kalbu-kalbu yang telah terbentuk oleh leluhurnya.
Setelah  berkumpul  maka  dibentuklah  Depati  Agung  sebangai  Kepala
Dusun, Depati Nali sebagai Wakil Kepala Dusun.
Bukti sejarah:
1. Sepasang  Pedang  Behulu  Batang  Pisang  masih  ada  dan  utuh  sampai
    sekarang.
2. Pas Jalan dari Kerajaan Mataram masih ada dan utuh disimpan dalam
    Sepotong bambu.
3. Baju Ayat Pandai Terbang masih ada Dan Utuh.
4. Ceraha mandi atau Gayung Timba Madi Puti Masih Ada.
5. Kain Batih Mataram masih ada.
6. Bajang Harimau Putih yang didapatkan kala berburu di Gunung Tujuh
    Kabupaten Kerinci.
Masih ada dan utuh .

II. LEGENDA DAN SEJARAH PEMBANGUNAN DESA PULAU RAMAN

Setelah  dimekarkannya  Kecamatan  Muara  menjadi  tiga  Kecamatan
,Yakni Kecamatan Muara Siau,  Kecamatan Masurai, dan Kecamatan Tiang
Pumpung,
Namun  Desa Pulau Raman  masih tetap  berada  dalam  wilayah  Kecamatan
Muara diantara 17 Desa yang dimilikinya.
Desa Pulau Raman memiliki 2 ( dua ) dusun dan 4 ( Empat ) RT dengan
Semboyan  Adat:  “Teluk  Aman  antau  selesai,rumput  mudo  kebaunyo
Gepuk”.

III. KONDISI UMUM

1.Keadaan Fisik/Geografis

a.  Batas Wilayah:
-  Sebelah Barat berbatas dengan WilayahDesa Rantau Panjang  Kec.
   Muara Siau.
-  Sebelah Timur berbatas dengan wilayah Desa Sekancing Kec. Tiang
   Pumpung.
-  Sebelah utara berbatas dengan Wilayah Desa Air Batu Kec. Renah
   Pemarap.
-  Sebelah Selatan berbatas dengan Wilayah Kec. Batang Asai.
b. Luas Wilayah:
-.Luas Wilayah      : 22.500 ha.
- Tanah Sawah      : 60 ha.
a. Lahan Produktif    : 25ha
b.Lahan Tidur    : 35 ha.
-  Tanah pekarangan    : 07 ha.
-Tanah Tegalan    : 30 ha
- Selebihnya Kebun Karet dan
Tanah kosong    : 22.469.3 ha
c.Keadaan Topokrapi Desa.
Secara Umum Topokrapi Desa Pulau Raman yang terdiri perbukitan,dan
dataran tinggi.

2.Iklim

      Iklim wilayah Desa Pulau Raman tidak jauh berbeda dengan Desa-Desa
lain khususnya dan umum daerah-daerah diIndonesia, yaitu adanya musim
kemarau dan musin hujan.

3.wilayah Administrasi pemerintahan Desa

DUSUN RW  RT
               02  -  04

IV. Keadaan sosial ekonomi Penduduk

1.Jumlah Penduduk  255 KK dengan Jumlah jiwa 1.028 Jiwa.
        Laki-laki Perempuan  Jumlah
        548 Jiwa  480 Jiwa  1.028 Jiwa

2. Tinhgkat kesejahtraan Masyarakat ( dalam KK/ Jiwa )
         Kaya :          
         Sedang           
        Kurang mampu
       13 KK/76 Jiwa
       160 KK/526 Jiwa
       92 KK/426 jiwa

3.Tingkat Pendidikan.
Tdk Tamat    
SD          SD        SLTP      SLTA       Sarjana   
346         140         285         220         48

4.Mata Pencaharian.
Usaha Produktif                       615 JIwa
Usaha Non Produktif               377 Jiwa

5.Usaha penggunaan Tanah.
     Penggunaan  Tanah  di  Desa  Pulau  Raman  sebagian  besar
diperuntukkan  untuk  lahan    pertanian  dan  perkebunan  dan
sebagiansisanya yang memungkinkan digunakan untuk lahan persawahan
yang pada umumnya berada diseberang sungai Tembesi.


sekian dari saya pengetuhan tentang pulau raman 08 juli 2014.Muhammad Rozi
hudansahri12@yahoo.com
 rizkaka99@yahoo.com