PROFIL DESA PULAU RAMAN
I. HISTORIS ASAL-USUL PULAU RAMAN
Konon dulu dulu menurut cerita rakyat yang turun temurun dari mulutkemulut,dari keturunan keketurunan bahwa Depati Agung berasal dari Jawa Mataram,dengan tujuan mencari daerah pemukiman baru untuk mengembang kekuasaannya. Mulanya ia berlayar dari Mataram mengarungi laut kearah pulau Sumatera bagian barat. Di Sumatera bagian barat ini Istirahat sejenak sambil melepas lelah setelah sekian lama berlayar mengarungi samudera, beberapa orang punggawanya diperintahkan naik kedarat untuk mengetahui
apakah daerah ini sudah bertuan, telah dihuni, atau telah memiliki kerajaan atau
belum.. Setalah setelah diselidiki ternyata daerah ini dihuni dan memiliki
kerajaan yang dikenal nama Kerajaan Pagaruyung.
Kemudian ia meneruskan pelayaran ke bagian tengah, disana sudah
berdiri sebuah kerajaan juga sekarang daerah Bengkulu, keselatan juga telah
dihuni oleh kerajaan besar, kembali ketengah lagi juga telah dihuni kerajaan
Jabe ( Sekarang Jambi) kemudian para rombongan kembali keair dan
menyusuri kehuluan sungai sebuah sungai yang bernama sungai batang hari
terus kehulu ternyata disana sebuah sungai belum dijamah sama sekali oleh
manusia, maka ia menamakan sungai sungai sirih kerena kiri kanan sungai
tersebut dipenuhi dengan tumbuhan sirih dan mendarat dihulu sungai sirih
(yang sekarang dinamakan sungai tembesi) tepatnya dijangkat.
Mengingat daerah ini rawan dari musuh, maka ia membagikan wilayah
dengan empat bagian yang pada intinya untuk mempeluaskan wilayah dan
saling menjaga keamanan.
Dari keputusan itu maka dibagi wilayah
sebagai berikut:
1. Depati
Pemuncak Alam menguasai daerah Jangkat
2. Ratu Puti Majuhur menguasai daerah batang Asai
3. Ratu Puti Majuhun menguasai daerah batang merangin.
4. Ratu Puti Meh Abih menguasai sungai batang tembesi
Musuh-musuh yang terkenal pada waktu itu adalah musuh dari rupit – musuh
dari komering, jadi jika musuh masuk dari selatan dijaga oleh Puti Ratu
Majuhur, jika musuh masuk dari Utara dijaga oleh Puti Ratu Majuhun, jika
musuh masuk dari barat atau dari bengkulu dijaga oleh Depati Pemuncak Alam,
sedangkan Ratu Puti Meh Abih ditengah mengingat untuk menjaga adiknya
yang paling bungsu. Meh Abih artinya Penghimpun sayang)
Setelah pembagian wilayah masing-masing ratu-ratu ini bersama
suaminya mulai berangkat mencari wilayah untuk menetap. Ratu Puti
MehAabih bersama suaminya Depati Agung yang nama aslinya adalah
Terawang lidah kerena ujung lidahnya berlobang.Mula-mula ia
menetap direnah padang lipai tepatnya sekarang didaerah Desa Durian Mukut.
Menurut ramalan Punggawa Peramal, daerah yang dituju adalah mempunyai
keriteria Dusun bapetak tigo, air moleh balik mudik, pohon beringin harus ada
di kepala dusun dan harus ada pula diekor dusun, Air bateta tigo, tidak lama
kemudian rombongan ini berangkat mennyusuri sungai sirih kehilir, pertama
bermungkim di bangka payang yaitu Desa sekitar Teluk Sekumbang. Di daerah
ini dirasakan tidak aman lalu turun lagi menyusuri aliran sungai tembesi dan
bermungkim di air luncur pinggir arah barat pasar Muara Siau sekarang. Entah
beberapa lama disini juga tidak menemukan tanda-tanda yang dicarinya
rombongan ini, maka roombongan ini menyusuri kehilir lagi dan bermungkim
di Pulau Balo.
Sekian lama berada diPulau Balo ini kelompoknya mulai berkembang
biak dan sudah ada tanda kehidupan dan sudah memiliki keturunan gadis lebih
kurang seratus dan bujang lebih kurang seratus.
Namun untung tidak bisa diraih dan malangpun tidak bisa ditolak ancaman
datang dikenal dengan nama siluman berhala yang sangat tingi, besar, serta
kejam. Ketinggian manusia biasa sebatas pinggang siluman berhala. Diatas
sebuah tebing dipinggir sungai tembesi ini ia mengkilat sebuah sihir kilatan.
apabila kilatan tersebut mengenai manusia, manusia itu sakit yang tidak ada
obatnya dan berakhir dengan meninggal dunia. Puluhan anak buah Depati
Agung ini meniunggal dunia selama bermungkim disini.
Dengan mengunakan sebuah baju ajaib yang dinamakan baju ayat pandai
terbang serta bersenjatakan pedang maka ia terbang mengejar berhala yang
sedang berada diatas tebing dan terjadi pertempuran dahsyat antara Siluman
berhala dengan Depati agung dan Ratu Puti Meh Abih.
Dalam pertempuran ini Depati agung dan Ratu Meh Abih berperang
membunuh suliman berhala bagaikan merambah batang keladi maka hulu atau
tangkai kedua pedang ini pecah. Melihat keadaan ini keduanya mecari akal
untuk menggantikan tangkai atau hulu pedang tersebut. Sedang kan silumansiluman ini masih muncul dan muncul tak habis-habisnya.
Dengan kesaktian yang dimilikinya keduanya terbang menuju rumpunan
pohon pisang yang ada disekitar itu dan dengan dua kali tebasan batang pisang
dijadikan tangkai pedang kemudianh terus bertempur melawan siluman-siluman
berhala. Berkat kesaktian yang dimiulikinya siluman-siluman itu yang hidup lari
pontang ponting meninggalkan pertempuran darahpun mengalir bagaikan anak
sungai kebawah tebing dan sekarang dinamakan teluk berdarah.
Selama didaerah ini para punggawa-punggawa diperintahkan untuk
mencari daerah yang ditunjukan oleh ramalan punggawa peramal dan para
punggawa-punggawapun menelusui sungai tembesi ke hilir.
Ternyata lebih kurang tiga kiloan kehilir sungai tembesi punggawa
menemukan apa yang menjadi keriteria ramalan punggawa peramal, yaitu;
tanah lokasi berpetak tiga ( tiga jenjang), tepian air moleh balik mudik ( air
berputar kearah mudik semacam teluk kecli dipemandian), pohon beringin
tumbuh di bagian barat dan timur lokasi yang akan dijadikan, serta air teta tiga (
mata air atau sungai kecil tiga buah dipinggir dusun).konon pohon beringin
adalah tempat pemujaan benda-benda pusaka. Didaerah ini juga ditemukan
sebuah pulau kecil ditengah sungai menurut cerita rakyat PulauRaman tidah
pernal tenggelam sebesar apapun air disuatu ditik dibawah pohon yang
dinamakan pohon lenging. Ditempat dieram oleh sejenis mahkluk gaib suatu
benda Pusaka.
Setelah mendapat laporan dari punggawa maka berpindahlah rombongan
Depati ini dan bermungkimlah disana dan membuka lokasi untuk tempat tinggal
dengan alat seadanya.
Disebuah titik yang tidak pernah terendam oleh banjir itu ternyata
beberapa peralatan,antara lain disana terkubur oleh waktu yaitu cerana timbo
mandi Puti ( sebuah gayung timba air dan sehelai kain batik) yang ia bawa
sewaktu menyusuri sungai tersebut beberapa waktu yang lalu.
Untuk menamai daerah ini Ppulau Eraman alasannya ada sebuah titik
yang dieram atau dilaindungi makhluk gaib ( menurut pendapat H.M.A. Gani ),
sedang menurut kisah lain desa ini dinamakan Kulau Kerman artinya berkat
perjuang benda yang dikeramat seperti kedua padang dengan hulu /gayo batang
pisang yang telah berbuah sampai saat ini masih utuh, dan pendapat lain desa ini
dulu bernama Pulau Rahman yang artinya
Pada tahun + 1916 Masihi terjadi pembagian kalbu-kalbu atau suku-suku
atau nama lain kelompok-kelompok karena terjadi penjajahan oleh bangsa
Jepang yang menjajah indonesia lebih kurang tiga ratus lima puluh tahun dan
para penjajah telah melarang warga pribumi menaman karet dan padi, yang
dianjurkan hanya menanam Cengkeh, lada kayu manis untuk kepentingan
bangsanya. Depati dan keturunannya berpencar-pencar dan membuat kelompok
kecil sepanjang aliran sungai tembesi dengan tujuan secara sembunyi untuk
menanam padi disawah demi kelansungan hidup anakcucunya serta
menghindari kelompoknya dari jangkuan para penjajah Belanda. Kelompok ini
dibagi lima kelompok yang dikenal dengaan nama Kalbu. Kalbu artinya
pemimpin Hati para anggota kelompok yang sampai saat ini kelima kalbu itu
masih Utuh adanya.
Dalam pembagian ini membagikan menurut garis keturunan atau kelurga.
Kalbu dusun tinggi bermungkim di sebuah bukit yang dinamakan dusun tinggi.
Maksud membuat dusun diatas perbukitan di pinggir sungai tembesi, tujuannya
memberi tahu jika serdadadu-serdadu belanda datang, Kalbu yang diatas
perbukitan inilah yang memberitahukan kepada Kalbu-kalbu yang lain yang
bermukim dipinggir sungai tembesi seperti Kalbu Sekarau yang bermungkim
disekarau, kalbu Rumah panjang bermungkim di daerah Cabul,Kkalbu Tengah
yang bermungkim di Lubuk Ipuh serta Kalbu Mudik yang berada dipinggiran
Dusun asal.
Setelah sekian tahun merdeka pada Zaman Paserah yang memimpin
Kecamatan, maka diperintahlah para kalbu-kalbu yang mengungsi untuk
berkumpul membentuk sebuah desa kembali dan berjanji tidak akan menghapus
kalbu-kalbu yang telah terbentuk oleh leluhurnya.
Setelah berkumpul maka dibentuklah Depati Agung sebangai Kepala
Dusun, Depati Nali sebagai Wakil Kepala Dusun.
Bukti sejarah:
1. Sepasang Pedang Behulu Batang Pisang masih ada dan utuh sampai
sekarang.
2. Pas Jalan dari Kerajaan Mataram masih ada dan utuh disimpan dalam
Sepotong bambu.
3. Baju Ayat Pandai Terbang masih ada Dan Utuh.
4. Ceraha mandi atau Gayung Timba Madi Puti Masih Ada.
5. Kain Batih Mataram masih ada.
6. Bajang Harimau Putih yang didapatkan kala berburu di Gunung Tujuh
Kabupaten Kerinci.
Masih ada dan utuh .
II. LEGENDA DAN SEJARAH PEMBANGUNAN DESA PULAU RAMAN
Setelah dimekarkannya Kecamatan Muara menjadi tiga Kecamatan,Yakni Kecamatan Muara Siau, Kecamatan Masurai, dan Kecamatan Tiang
Pumpung,
Namun Desa Pulau Raman masih tetap berada dalam wilayah Kecamatan
Muara diantara 17 Desa yang dimilikinya.
Desa Pulau Raman memiliki 2 ( dua ) dusun dan 4 ( Empat ) RT dengan
Semboyan Adat: “Teluk Aman antau selesai,rumput mudo kebaunyo
Gepuk”.
III. KONDISI UMUM
1.Keadaan Fisik/Geografis
a. Batas Wilayah:- Sebelah Barat berbatas dengan WilayahDesa Rantau Panjang Kec.
Muara Siau.
- Sebelah Timur berbatas dengan wilayah Desa Sekancing Kec. Tiang
Pumpung.
- Sebelah utara berbatas dengan Wilayah Desa Air Batu Kec. Renah
Pemarap.
- Sebelah Selatan berbatas dengan Wilayah Kec. Batang Asai.
b. Luas Wilayah:
-.Luas Wilayah : 22.500 ha.
- Tanah Sawah : 60 ha.
a. Lahan Produktif : 25ha
b.Lahan Tidur : 35 ha.
- Tanah pekarangan : 07 ha.
-Tanah Tegalan : 30 ha
- Selebihnya Kebun Karet dan
Tanah kosong : 22.469.3 ha
c.Keadaan Topokrapi Desa.
Secara Umum Topokrapi Desa Pulau Raman yang terdiri perbukitan,dan
dataran tinggi.
2.Iklim
Iklim wilayah Desa Pulau Raman tidak jauh berbeda dengan Desa-Desalain khususnya dan umum daerah-daerah diIndonesia, yaitu adanya musim
kemarau dan musin hujan.
3.wilayah Administrasi pemerintahan Desa
DUSUN RW RT02 - 04
IV. Keadaan sosial ekonomi Penduduk
1.Jumlah Penduduk 255 KK dengan Jumlah jiwa 1.028 Jiwa.Laki-laki Perempuan Jumlah
548 Jiwa 480 Jiwa 1.028 Jiwa
2. Tinhgkat kesejahtraan Masyarakat ( dalam KK/ Jiwa )
Kaya :
Sedang
Kurang mampu
13 KK/76 Jiwa
160 KK/526 Jiwa
92 KK/426 jiwa
3.Tingkat Pendidikan.
Tdk Tamat
SD SD SLTP SLTA Sarjana
346 140 285 220 48
4.Mata Pencaharian.
Usaha Produktif 615 JIwa
Usaha Non Produktif 377 Jiwa
5.Usaha penggunaan Tanah.
Penggunaan Tanah di Desa Pulau Raman sebagian besar
diperuntukkan untuk lahan pertanian dan perkebunan dan
sebagiansisanya yang memungkinkan digunakan untuk lahan persawahan
yang pada umumnya berada diseberang sungai Tembesi.
sekian dari saya pengetuhan tentang pulau raman 08 juli 2014.Muhammad Rozi
hudansahri12@yahoo.com
rizkaka99@yahoo.com